Mesin Standar…Haram Lepas Resonator

Resonator 1

Untuk mesin yang sudah mengadopsi PnP, sistem pipa gas buang atau knalpot ibaratnya sebagai penunjang performa mesin, karena desain knalpot sangat mempengaruhi kinerja mesin. Tapi apabila salah apabila salah dalam memodifikasi knalpot, bisa jadi tarikan akan ngempos dan bisa membuat konsumsi bensin menjadi lebih boros.

Pada sistem pipa gas buang, selain header dan catalytic converter, ada dua bagian lagi yang dikenal yaitu Resonator dan Muffler. Apabila yang dimodifikasi ada pada kedua bagian ini, power bands dan torsi mesin serta karakter suara knalpot juga akan berbeda.

Resonator
Resonator adalah tabung tengah sebelum muffler. Resonator ditempatkan di belakang collector (header) atau dibelakang Catalytic Converter (CAT). Besar kecilnya resonator akan menentukan berpengaruh terhadap tenaga mesin dan suara knalpot. “Fungsi utamanya resonator dalah untuk menghasilkan tekanan balik (Back Pressure) gas buang dan juga meredam suara (restriction noise level).”papar Mulyono, punggawa Indo Jaya Knalpot di kawasan Jakarta Barat.

Bagian Cara Kerja Resonator

Banyak juga orang yang melepaskan resonator dengan alasan untuk mendapatkan power lebih dan suara yang gahar. Menurut Mulyono, untuk mobil dengan mesin yang masih standar disarankan untuk tidak melepaskan resonator, karena malah dapat menyebabkan tenaga mesin melemah serta bensin yang lebih boros juga. Sebagai solusinya jika ingin mendapatkan tenaga mesin yang lebih dan suara knalpot yang lebih gahar, bisa dilakukan dengan modifikasi resonator original atau mengganti dengan yang custom, selanjutnya mengganti muffler dengan yang jenis racing.

“Jika ingin mengganti resonator original dengan yang model custom, pilihlah yang diameternya tidak terlalu besar, terbuat dari bahan stainless steel dan yang didalamnya menggunakan jenis peredam yang bermutu dan tahan lama, biasanya peredam yang berwarna putih,”tambah Mulyono.

Resonator 2

Harga : Rp.500.000

Lain halnya jika memang mobilnya untuk kebutuhan balap yang memang kemampuan dan tenaga mesinnya sudah sangat besar sehingga mampu menghasilkan tekanan gas buang yang sangat besar pula, jadi resonator memang harus dilepas karena untuk menghindari tekanan balik gas buang (Back pressure) yang berlebihan kembali ke mesin. Intinya, sesuaikanlah dengan kebutuhan mengemudi dan kemampuan mesin mobil anda.

Thanks to :

situsotomotif.com

2 responses to this post.

  1. Posted by Dicka Oky on September 16, 2009 at 7:19 am

    Salam,

    Wauw, artikel yang sangat bermutu sekali. Saya sangat setuju dengan kutipan2 itu, karena banyak sekali orang yang tidak mengerti masalah ini, banyak yang beranggapan, suara gahar, tenagapun besar, ini salah besar….

    Saluut…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: